Warning: copy(/core/ilm/wp-content/wflogs//GeoLite2-Country.mmdb): Failed to open stream: Permission denied in /core/ilm/wp-content/plugins/wordfence/lib/wordfenceClass.php on line 2192

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /core/ilm/wp-content/plugins/wordfence/lib/wordfenceClass.php:2192) in /core/ilm/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1893

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /core/ilm/wp-content/plugins/wordfence/lib/wordfenceClass.php:2192) in /core/ilm/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1893

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /core/ilm/wp-content/plugins/wordfence/lib/wordfenceClass.php:2192) in /core/ilm/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1893

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /core/ilm/wp-content/plugins/wordfence/lib/wordfenceClass.php:2192) in /core/ilm/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1893

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /core/ilm/wp-content/plugins/wordfence/lib/wordfenceClass.php:2192) in /core/ilm/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1893

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /core/ilm/wp-content/plugins/wordfence/lib/wordfenceClass.php:2192) in /core/ilm/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1893

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /core/ilm/wp-content/plugins/wordfence/lib/wordfenceClass.php:2192) in /core/ilm/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1893

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /core/ilm/wp-content/plugins/wordfence/lib/wordfenceClass.php:2192) in /core/ilm/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1893
{"id":685,"date":"2017-06-08T05:00:01","date_gmt":"2017-06-08T05:00:01","guid":{"rendered":"http:\/\/ilm.uai.ac.id\/4-perilaku-komunikasi-konsumen-di-era-digital-yang-tiap-perusahaan-perlu-tahu\/"},"modified":"2017-06-08T05:00:01","modified_gmt":"2017-06-08T05:00:01","slug":"4-perilaku-komunikasi-konsumen-di-era-digital-yang-tiap-perusahaan-perlu-tahu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/4-perilaku-komunikasi-konsumen-di-era-digital-yang-tiap-perusahaan-perlu-tahu\/","title":{"rendered":"4 Perilaku Komunikasi Konsumen di Era Digital yang Tiap Perusahaan Perlu Tahu"},"content":{"rendered":"

<\/p>\n

Era digital yang ditandai dengan kemunculan smartphone<\/em> dan tablet benar-benar mengubah cara komunikasi konsumen dan masyarakat. Teknologi telepon yang semula dianggap canggih, kini sudah\u00a0mulai ditinggalkan pengguna.<\/p>\n

Hal ini diungkapkan oleh CEO Merah Cipta Media Group Antonny Liem dalam konferensi pers Social Media Week Jakarta pada tanggal 6 Juni 2017 lalu.\u00a0“Sekarang orang sudah jarang yang mau telepon. Mereka lebih memilih chatting<\/em>\u00a0saja atau video call<\/em>. Penting bagi sebuah brand<\/em>\u00a0untuk mempelajari ini,” ujar Antonny.<\/p>\n

Selain mengungkapkan pergeseran perilaku komunikasi\u00a0konsumen terkait telepon, Antonny juga membagikan beberapa wawasan menarik tentang cara konsumen\u00a0menggunakan perangkat digital. Berikut adalah empat fenomena yang disebutkan oleh Antonny.<\/p>\n


\n

\"Video<\/p>\n

Menyukai video\u00a0daripada tulisan<\/h3>\n

Menurut penelitian yang dipublikasikan Insivia<\/a>,\u00a0konten yang dikemas dalam bentuk video mempunyai jumlah penonton empat kali lebih banyak dibanding yang\u00a0disajikan dalam bentuk tulisan.<\/p>\n

Rata-rata orang menghabiskan waktu 2,6 kali lebih lama di halaman yang memiliki video.\u00a0Selain itu, konsumen yang melihat demo video ketika berbelanja online<\/em>\u00a0diklaim mempunyai kemungkinan 1,81 kali lipat lebih besar untuk\u00a0melakukan pembelian.<\/p>\n

Itulah mengapa Antonny menyarankan sebuah perusahaan harus\u00a0memaksimalkan tren konten dalam bentuk video. Tujuannya\u00a0agar pesan yang mereka sampaikan diterima dengan baik oleh konsumen yang menjadi target.<\/p>\n


\n

\"Fitur<\/p>\n

Menggunakan beragam fitur dalam aplikasi percakapan<\/h3>\n

Aplikasi\u00a0percakapan\u00a0belakangan ini telah berevolusi dari fungsi utama mengirim pesan. Seperti LINE<\/a>, yang kini telah\u00a0menjadi platform untuk berjualan lewat fitur LINE Shop, menjadi portal berita dengan fitur LINE Today, dan memiliki fungsi e-wallet<\/em> di fitur LINE Pay.<\/p>\n


\n

Peningkatan interaksi melalui\u00a0voice command<\/em><\/h3>\n

Masyarakat atau konsumen yang memanfaatkan voice command<\/em>\u00a0(perintah suara) untuk melakukan beberapa hal pun mulai mengalami peningkatan. Pihak Google mengungkap sebanyak dua puluh persen pencarian<\/a> di Google dilakukan lewat suara atau Google Voice.<\/p>\n

Hasil survei yang dilakukan MindMeld<\/a> juga menunjukkan bahwa ada pertumbuhan signifikan terkait penggunaan perintah suara dalam produk mereka. Enam puluh persen responden mengatakan mulai mencoba menggunakan dua hal tersebut dalam dua belas\u00a0bulan terakhir.<\/p>\n


\n

\"Chatbot<\/p>\n

Tak canggung berinteraksi dengan bot<\/em><\/h3>\n

Menurut Antonny, ada beberapa hal positif terkait penggunaan bot<\/em> dalam hal efisiensi kinerja. Sebagai contoh, dalam sebuah e-commerce<\/em>, bot<\/em> bisa digunakan sebagai customer service<\/em> untuk menjawab pertanyaan yang tidak terlalu berat, seperti apakah barang masih ada atau berapa lama jangka waktu pengiriman.<\/p>\n

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan<\/a><\/em>)<\/p>\n

The post 4 Perilaku Komunikasi Konsumen di Era Digital yang Tiap Perusahaan Perlu Tahu<\/a> appeared first on Tech in Asia Indonesia<\/a>.<\/p>\n

Source: TechinAsia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Era digital yang ditandai dengan kemunculan smartphone dan tablet benar-benar mengubah cara komunikasi konsumen dan masyarakat. Teknologi telepon yang semula dianggap canggih, kini sudah\u00a0mulai ditinggalkan pengguna. Hal ini diungkapkan oleh CEO Merah Cipta Media Group Antonny Liem dalam konferensi pers…<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":686,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-techinasia","entry","has-media"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=685"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/685\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/686"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ilm.uai.ac.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}