skip to Main Content

Perbandingan Biaya Pegawai Lokal, Offshore, dan Ekspat

Jika kamu pernah merasa tidak yakin dengan biaya dan imbalan yang didapat antara merekrut pegawai secara onshore, offshore, atau via work pass, kamu tidak sendirian. Pertanyaan yang serupa juga sering kami jumpai ketika ada perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis mereka.

Biasanya, jenis perekrutan dan perhitungannya hanya berkisar pada tiga opsi di atas. Pertanyaannya, opsi mana yang paling cocok untuk perusahaanmu? Kapan kamu harus menggunakan masing-masing opsi, dan bagaimana caranya?

Disclaimer: Angka pembanding antara merekrut secara onshore dan via work pass kami ambil dari Singapura, sedangkan angka offshore kami ambil dari Vietnam yang memang jadi negara keahlian kami.

Definisi offshore, onshore, dan work pass

Sebelum mulai, ayo kita tentukan definisi dan perbedaan masing-masing istilah di atas.

Onshore adalah ketika perusahaan beroperasi dalam negaranya sendiri, sementara offshore adalah ketika bagian operasional perusahaan dijalankan di luar negeri. Satu-satunya yang membedakan keduanya adalah perbedaan geografis antara perusahaan dan pegawai yang mereka rekrut. Sementara itu work pass adalah ketika perusahaan merekrut orang asing dan memintanya pindah dan bekerja di negaramu alias ekspatriat.

Jika sebuah perusahaan IT ingin mengembangkan diri, mereka bisa melakukannya dengan tiga cara:

  1. Onshore: Merekrut talenta IT dari dalam negeri
  2. Offshore: Merekrut dan membentuk tim di luar negeri
  3. Work pass: Merekrut spesialis teknologi dari luar negeri untuk terbang dan bekerja di kantor perusahaanmu

Kamu mungkin langsung bertanya, “jadi apakah saya harus mencoba ketiga cara ini?”

Jawabannya adalah ya dan juga tidak. Memang, tidak ada yang salah dengan mencoba semua opsi jika memungkinkan. Hanya saja startup dan usaha kecil menengah tidak punya banyak modal untuk mencoba ketiganya sekaligus. Karena itu, sebaiknya fokus ke satu strategi terlebih dahulu untuk membangun fondasi yang solid sebelum mulai mencoba hal baru.

Di bagian berikutnya kami akan membahas perbedaan biaya antara merekrut pegawai lokal, offshore, dan ekspat secara mendalam.

Untuk offshore, kami akan menggunakan sampel dengan pengalaman kerja lima tahun dan usia rata-rata 31 tahun. Lalu untuk rekrut lokal, kami akan menggunakan sampel dengan usia rata-rata 33 tahun mengingat Singapura punya kebijakan wajib militer selama dua tahun.

Oke, ayo kita bandingkan angkanya.

Biaya pegawai dan administrasi

Biaya yang terkait dengan pegawai dan administrasi biasanya lebih tinggi ketika kamu merekrut talenta lokal, yaitu di sekitar US$79.920 (Rp1,1 miliar). Sebaliknya menggunakan pegawai offshore hanya memakan biaya US$47.173 (Rp668 juta) alias hampir setengahnya.

Tapi perbedaan tersebut sebenarnya tidak mengagetkan karena secara umum pegawai offshore di luar Singapura biayanya memang lebih murah. Pertanyaannya adalah apakah hasil kerja dan kontribusi yang mereka berikan juga lebih rendah daripada pegawai lokal dan luar negeri?

Kompensasi cuti

Grafik di atas memperlihatkan bahwa biaya cuti berbayar untuk pegawai offshore lebih rendah karena gajinya yang juga lebih rendah. Angka ini perlu dipertimbangkan karena ketika pegawai mengambil cuti, perusahaan harus mengeluarkan biaya cuti berbayar.

Salah satu perbedaan terbesar antara kultur kerja Singapura dan Vietnam adalah perusahaan di Vietnam biasanya tidak memperhitungkan biaya cuti sakit sebagai biaya cuti berbayar.

Merekrut pegawai lokal dan mancanegara

Ketika mengambil cuti sakit, seorang pegawai akan mendapatkan cuti berbayar. Dari sudut pandang finansial, tidak ada perubahan atau penyesuaian ke biaya pegawai tahunan.

Jika memperhitungkan rata-rata jumlah anggota tim tech, yang untuk startup biasanya berisi tiga hingga lima orang, kamu harus mengeluarkan US$45.000 (Rp637 juta) sampai US$75.000 (Rp1 miliar) per tahun untuk cuti berbayar.

Membayar cuti pegawai selama beberapa hari mungkin tidak akan merusak operasional perusahaan. Tapi beberapa hari kehilangan pegawai tentu akan memperlambat perkembangan dan ekspansi perusahaan kecil seperti startup.

Merekrut Pegawai Offshore

Ketika merekrut offshore di Vietnam, saat seorang pegawai mengambil cuti sakit, perusahaan tidak punya tanggung jawab mengeluarkan biaya cuti berbayar. Tanggung jawab tersebut jatuh ke pemerintah, yang berarti biaya yang dikeluarkan perusahaan lebih kecil untuk setiap cuti yang diambil.

Tunjangan

Seperti yang kami sebutkan di atas, merekrut pegawai atau tim offshore untuk proyek IT akan selalu membuat biaya perusahaan jadi lebih kecil jika dibandingkan dengan perekrutan biasa. Misalnya, ketika membentuk tim tech di Vietnam, bonus untuk tim tersebut biasanya 40 persen lebih rendah dibanding pegawai lokal atau ekspat.

Karena itulah perusahaan Singapura bisa memberi bonus lebih ke pegawai offshore yang punya performa tinggi. Ini tidak hanya mendorong pegawai yang bertalenta untuk bekerja bersama startup kamu, tapi juga membangun brand image yang positif.

Tunjangan wajib

Terakhir, biaya tahunan untuk tunjangan wajib ke pegawai offshore hanya US$238 (Rp3,3 juta), atau 50 persen lebih rendah daripada pegawai lokal atau ekspat. Memang, biaya awal untuk keduanya tidak besar, tapi seiring perkembangan perusahaan, biaya tersebut bisa membengkak. Artinya semua bentuk pengurangan biaya yang bisa dilakukan adalah pilihan yang layak dipertimbangkan.

Tunjangan opsional

Dalam kultur kerja Vietnam, memberikan hadiah, bonus, dan insentif sudah menjadi norma dan merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pegawai. Tapi semuanya masih bersifat opsional dan kamu bisa mengabaikan biaya-biaya ini. Hanya saja kami tetap menyarankanmu untuk memasukkannya.

Selain itu dengan semua bonus tambahan yang ada, perbedaan biaya tahunan antara pegawai lokal, offshore, dan ekspat sebenarnya tidak terlalu besar. Jadi tunjangan opsional bisa dijadikan cara strategis untuk memotivasi pegawai, terutama pegawai offshore.

(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Isi di dalamnya telah diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Yasser Paragian sesuai dengan standar editorial Tech in Asia Indonesia. Diedit oleh Ancha Hardiansya)

Source: TechinAsia

Back To Top